MultiPlus ndak plus

April 2nd, 2007 by hadynur

Sesuai rencana kemaren, abis mampir ke kampus, pagi ini aku nyoba ngenet di Multiplus sebelah timur Unair kampus B. Pengen nyoba aja, cuman kok…? lemot banget koneksinya.

Okelah, kalo soal nyaman, disini memang asyik. Penataan juga menarik, ndak seperti model-model tempat internet konvensional. Cuman ya itu, koneksinya lemot banget. Khan ya percuma, wong orang ke internet pengennya yang cepet….kalo bisa yang wuszzz…wuzz…

Dasarlah apes, Mas mas multiplus, bisa ndak koneksinya dipercepat…pake provider mana seh?

Ini khan soal “Branding”

March 22nd, 2007 by hadynur

Ssstt….sampeyan jangan kaget dulu kalo saya tiba-tiba tentang branding. Jangn pula berpikir, saya pengen jadi pemasaran. Aih ! ndak ada paras untuk itu. Boro-boro jadi ahli marketing, jualin satu pieces laptop bekas aja gak sampai sekarang belum laku (ssst…dirumah, barangnya masih ada).

Okey ya, branding yang saya maksud ini refernya ke "Title site". Itu loh, embel-embel yang selalu nempel setiap Multiply sampeyan semua di buka…..Selanjutnya

Tamu Datang, Ilmu Berkembang

September 30th, 2006 by hadynur

Oleh : Sus Woyo (Eramuslim)

http://www.eramuslim.com/atc/oim/450fe414.htm

Beberapa waktu terahir ini, di desa saya khususnya, banyak sekali orang trauma karena kedatangan tamu yang sebelumnya belum mereka kenal. Baik orang yang datang sekedar menawarkan jenis barang, ataupun saudara-saudara kita yang membawa stofmap berisi proposal minta bantuan. Baik untuk pembangunan masjid, pesantren, anak yatim atau bentuk kegiatan sosial lainnya..

Trauma itu bukannya tidak berdasar. Tapi, banyak kejadian yang merugikan, berawal dari orang-orang sejenis itu. Baik pencurian, atau penipuan dengan janji-janji tertentu. Khusus dalam lingkungan keluarga orang tua saya, biasanya jika ada orang semacam itu yang datang, maka sayalah yang disuruh untuk menemuinya.

Awalnya saya juga selalu beranggapan seperti keluarga-keluarga yang lain. Namun, perspektif saya terhadap orang yang datang ke rumah kami, coba saya ubah. Artinya saya mencoba melihat dari sudut pandang yang lain. Saya belajar meyakini sabda Nabi, bahwa siapa orangnya yang beriman dan percaya dengan hari akhir, maka hormatilah tamu.

Berawal dari situlah, maka menerima tamu, siapapun orangnya, dari latar belakang apapun, selalu saya anggap bagian dari ibadah. Sehingga saya selalu “enjoy” saja, menikmati tamu siapapun.

Seperti pagi Jum’at yang cerah beberapa waktu lalu, saya kedatangan seorang tamu yang membawa stofmap. Orang-orang di sekitar saya sudah paham sekali, sehingga sering memvonis, bahwa pasti ia akan minta sumbangan. Sehingga mereka sering mengabaikan kedatangan dia.

Saya tetap menemui dia, walaupun saya tidak punya uang. Saya tetap mendengar tujuan kedatangan dia, walaupun saya sendiri sedang sibuk di belakang rumah. Lama-kelamaan pembicaraan kami makin nyambung.

Saya terpesona pada “mukadimah” awal laki-laki muda ini. Ia mengemban amanat dari anak-anak yatim di ibukota kabupaten saya. Laki-laki muda dengan wajah bersemangat ini adalah mantan aktifis Islam kampus di sebuah universitas di kota saya. Saya belum pernah kedatangan tamu sosok semacam itu.

Kedatangan dia sungguh suatu berkah besar bagi saya. Paling tidak saya jadi bisa ”ngangsu kawruh” atau menimba ilmu dari dia. Beberapa bulan setelah saya kembali ke tanah air, setelah sekian lama merantau di negri orang, saya memang punya keinginan kuat untuk menimba ilmu yang kaitannya dengan pengelolaan anak yatim. Saya sempat bingung, harus kemana saya menanyakan ini semua. Ternyata dari laki-laki muda ini saya banyak menemukan jawaban dari apa yang selama ini bergelayut dalam hati saya.

Alhamdulillah, dari dia saya banyak menimba ilmu. Dari dia saya seperti mendapat semangat lagi untuk mencoba terjun di bidang yang mulia ini. Kalimat-kalimat, baik dari perkataan para ulama, Nabi ataupun Al-Quran sering muncul darinya. Sehingga menambah kekuatan ruhani saya.

Kembali kepada persoalan awal, yaitu tentang menghormati tamu. Seandainya pada saat itu saya masih punya pemikiran seperti beberapa orang di sekitag rumah saya, dan mengabaikan kedatangan dia serta tidak memperlakukan dia sebagaimana lazimnya seorang tamu, lantas sibuk saja dengan pekerjaan saya, tentu Allah tak akan memberikan ilmu berharga pada saya.

Lagi-lagi saya harus mengakui kenyataan, bahwa ilmu Allah selalu berserakan di mana-mana di muka bumi ini. Dan tidak harus di temukan dalam ruangan kuliah ber-AC serta berhadapan dengan seorang guru besar yang di depan dan belakang namanya sarat dengan titel akademis. Termasuk ketika saya menerima tamu laki-laki muda yang bersemangat itu. Tamu datang, ilmupun berkembang.

****
Purwokerto, Sept 06 <woyo_sus@yahoo.co.id>

Respons untuk Respons terhadap pidato Paus

September 18th, 2006 by hadynur

Dari blognya Kang Hary.

Dari milis is-lam :

Ada berbagai disinformasi yang disebarkan oleh berbagai pihak untuk membela Paus pada saat ini :

  1. Paus telah dikutip secara serampangan oleh media massa, dengan tujuan untuk meningkatkan oplah koran ybs :

    Tidak benar. Saya sudah membaca langsung naskah pidato aslinya, dan memang ada berbagai kesalahan di situ.

    Detilnya bisa dibaca misalnya disini.

  2. Paus telah dikutip di luar konteks, sebetulnya inti dari
    pidato Paus adalah mengajak dialog antar agama agar bisa tercipta
    kedamaian :

    Tidak benar, saya sudah membaca teks pidato lengkapnya, dan inti
    dari pidato Paus adalah mengajak rekonsiliasi antara sains dan agama.
    Dan dalam pidato tersebut, Islam dijadikan contoh mengenai agama yang
    tidak “reasonable” / tidak menggunakan akal pikiran; dan bahwa agama
    Kristen tidaklah seperti itu.

    Jadi sebetulnya isi pidato Paus yang selengkapnya malah mungkin lebih parah daripada yang dikutip oleh berbagai media massa.

  3. Paus mengatakan Muslim barbar, dan lihat bagaimana respon
    mereka (Muslim) terhadap ini (2 gereja di bom, dll), memang barbar kan
    ?

    Ini sama seperti jika saya melihat beberapa orang Padang pelit, dan
    lalu berkomentar bahwa SEMUA orang Padang itu pelit. Hal ini disebut
    generalisasi - ketika ada sebagian yang bertindak namun kemudian kita
    menuduh bahwa semuanya sama.

    Ada banyak komunitas muslim yang merespons pidato Paus ini dengan rasional dan bijaksana.

  4. Umat Islam baru ribut kalau agamanya dihina, tapi diam saja jika ada muslim yang melakukan terorisme:

    Ini hanya sok tahu, memangnya ybs bisa memonitor seluruh media massa yang ada di seluruh dunia ?

    Komunitas muslim di inggris sering memprotes berbagai kegiatan
    terorisme yang mengatasnamakan Islam, namun seringkali tidak dimuat
    oleh media.

  5. Paus hanya mengutip saja, dan tidak lantas berarti bahwa
    Paus setuju dengan tuduhan (Nabi saw memerintahkan untuk menyebarkan
    Islam dengan kekerasan) tersebut.

    Tetap ada kesalahan Paus, yaitu tidak menuliskan pendapatnya
    sendiri atas kutipan tersebut. Karena tidak ada, maka wajar jika
    kemudian ada orang yang mengira bahwa Paus setuju dengan tuduhan
    tersebut.

Silahkan disebarluaskan agar kasus ini menjadi lebih jelas.

Salam,
Harry

Tujuh Alasan Kamu Mesti Punya Blog

September 10th, 2006 by hadynur

Tulisan ini, aslinya ada di http://hady82.multiply.com/journal/item/78. Buat kamu yang belum tau blog dan pBabymetnextengen banget bikin blog, tulisan ini bisa jadi panduan yang sangat berharga.

Yuk ramai-ramai nge-blog.

1.Blog itu gratis
Gak usah bayar, benar-benar free. Kamu tinggal sign up pada blog server.
Memang beberapa blog server ada yang menarik biaya, tetapi sebagaian
besar blog server yang ada saat ini adalah bebas biaya alias gratis
tis. Blog server yang gratis antara lain di blogspot, multiply, blogdrive, blogsome, wordpress, dan sebagainya (kalo masih penasaran ketik aja di google "free blog", bakal bejibun banyaknya).

Kalo
keluar biaya mungkin cost buat ke warnet ato biaya buat langganan ISP.
Kalo akses internet masih juga pengen gratis, kamu bisa nge-net di
Kampus khan? atau di kantor. Tapi awas, jangan sampai lupa waktu, nanti
kamu di tendang sama bozz kamu (just kidding).

Bandingkan coba kalo kamu beli domain buat hosting. Di jamin bakal ribet, karena tiap tahun mesti bayar.

2. Blog itu gampang bikinnya

Gak percaya? coba
aja iseng-iseng daftar di blogspot atau multiply. Di jamin gak bakalan
bingung. Tinggal sign up, ikuti petunjuk. Kamu pernah daftar email
khan? yup, mirip itulah. Gampang banget khan.

Postingnya juga
easy banget. Kita bisa langsung ngetik pas online. Kamu juga gak perlu
expert banget di bidang komputer, apalagi mesti ahli java. Nggak kok.
Semua sudah instan tools, dan mudah banget penggunaan. Tapi kalo blog
kamu pengen agak ‘kinclong’ minimal kamu mesti ngerti dasar-dasar HTML. Tapi yang ini gak wajib loh.

Sudah deh, gak usah dipikirin. Pokoknya guampang banget.

3. Blog itu bikin kamu banyak temen
Lah
iya, jelas donk. Kalo kamu sering ngeblog khan ketemu banyak blogger
lainnya, meskipun cuman di dunia maya. Malah, kadang-kadang bisa
diterusin ke kopi darat loh. Kayak di temen-temen di multiply ini,
sudah beberapa kali ngadain kopdar bareng. Terakhir tanggal 9 April
lalu di danau UI. Wuih acaranya seru banget.

Nah, kamu pun bisa
kayak gitu. Tentunya dengan komunitas blog kamu sendiri. Kalo gak salah
sudah ada loh beberapa komunitas blog yang solid kayak IMB (Indonesia muslim blog), terus BLOGFAM (Blogger familiy) dan tentunya MPers Indonesia.

tau gak…siapa tau ntar kamu bisa dapet jodoh dari ngeblog he…he…

4. Blog itu ngilangin stress
Bukan aku yang bilang lo. Tapi temen-temen. Mereka sering bilang gini "Ngeblog dulu ah, biar gak stress".

Dan
ini bener lo. Gak bo’ong. Aku aja kalo lagi suntuk langsung ngeblog.
Baca-baca tulisan temen2, ngasih reply, kadang-kadang juga bikin komen
yang unik bin lucu. Kalo sudah gitu….rasanya stress dan beban ilang
semua.

 5. Blog bikin kamu ‘laku’
Maksudnya?
iya blog itu sarana buat lu ‘ngejual’ diri. Misalnya nih, kamu pengen
jadi penulis terkenal, khan di blog bisa dipajang karya-karyamu. Siapa
tau ntar ada yang nglirik terus ngomong "Tulisan kamu di blog bagus
banget, boleh kami terbitkan jadi buku" Nah loh..asyik khan.

Dah banyak lo temen2 kita yang bisa buat buku dari blog.

6. Blog bikin kamu jago nulis

Sekarang
gini deh, lakuin perintah ini. Buat komitmen sama diri lu sendiri bahwa
"qw akan nulis blog minimal satu postingan per hari".

Ntar kamu hitung, sebulan ada berapa postingan? 30 khan. Kalo setahun? 30 X 12 = 360 postingan. Artinya dalam setahun ente punya karya tulis 360 buah. Banyak khan.

Kalo
sempet coba deh lu amati karakter tulisan lu tiap hari, tiap bulan,
tiap tiga bulan, tiap enam bulan, tiap tahun. Pasti nanti bakal ada
perubahan. Perubahan apa? yup, kamu bakal nemuin karakter menulis kamu
sendiri. Pasti itu…kalo toh masih belum, berarti kamu mesti banyak
nulis di blog lagi.

Sekarang jujur aja deh….yang sudah bangkotan ngeblog pasti ngerasain seperti ini. Makin gampang nulis to, wis ngaku ae !

Jadi,
kalo kamu bercita-cita jadi penulis jangan ragu2 untuk nulis terus di
blog. Kalo perlu gak satu buah per hari, tapi ‘banyak buah’. Soalnya,
setiap blogger pada dasarnya adalah penulis, minimal menjadi penulis
dari blognya masing-masing. Bener ora bes?

7.Blog bikin kamu ‘melek’ IT

Bikin
blog itu emang gampang banget. Tinggal klik sana-sini doang. Tapi kalo
pengen blog kamu lebih siip khan mesti modifikasi sana-sini. Nah, mau
gak mau kamu kudu ngerti IT. Misalnya pengen ganti template (tampilan),
terus ngasih efek, upload photo, nambahin komentar dan sebagainya.

Dasarnya,
semua fasilitas ini juga gratis kok, kamu bisa ambil dari penyedianya
masing-masing. Tapi ya itu tadi, ente mesti ngerti cara pemakaiannya.
Kalo salah tempat khan malah runyam he…he…

Tapi jangan
takut, gak ada salahnya nyoba kok. Ntar lama-lama juga bisa dan
terbiasa. Terus jadi jago deh. Kalo dah expert kayak gitu, lu bisa
nyombong gini "Ada blogger yang pesan template bikinan que…murah
kok".

Tuh bener khan, kalo ngeblog bikin ngerti IT. Dan gak perlu kursus lagi…!!!

Gimana, dah mantap belum ? kalo sudah, buruan online.
Yuk ngeblog bareng-bareng…!!!

Dede Candra, Novelis Surabaya yang Sukses Bisnis di Taiwan

September 8th, 2006 by hadynur

Siapa lagi yang bakal menyusul?
Dede Chandra on the Jawa Pos, Sep 9, 2006Writeanovel

Semangat tinggi terlihat di wajah Dede
Candra. Lajang 30 tahun itu seperti tak kenal lelah. Selama tiga minggu
"mudik"-nya di kampung halaman, kegiatan Dede terbilang cukup padat.
Selain mengurus bisnis, dia harus mengagendakan launching novelnya yang
baru diterbitkan: Aku Terjebak di Taipei City.

"Yah, mumpung
balik Surabaya, saya bermaksud me-launching novel perdana saya Sabtu
(9/9) malam nanti," kata Dede yang ditemui di rumahnya, kawasan elite
Wisata Bukit Mas, Wiyung.

Dia baru menulis satu novel ini.
Minimal yang sudah diterbitkan dan beredar di pasaran. Yang hebat,
meski baru pertama, novel mungil tersebut langsung ludes.

Ya,
sebenarnya novel Dede sudah terbit awal Agustus lalu. Tapi, masih
beredar di Taiwan. "Dalam dua minggu novel saya langsung habis di
sana," tutur pengusaha muda kelahiran 4 Desember 1976 ini.

Lho,
siapa yang beli? Menurut dia, pembelinya orang Indonesia di Taiwan.
Umumnya orang di perantauan, warga Indonesia di Taiwan pun dihinggapi
rasa kangen dengan segala hal yang berbau tanah air. Maka, tak heran
novel Dede langsung diserbu.

"Cetakan pertama seribu eksemplar
tak tersisa. Maka, saya langsung kontak penerbit Ombak Jogja untuk
mencetak lagi. Nah, cetakan kedua ini yang akan saya luncurkan Sabtu
nanti (malam ini, Red)," jelas pemuda ramah ini.

Dede mengaku
semula tidak pernah berpikir akan menulis sebuah karya sastra berbentuk
novel. Latar belakang aktivitasnya jarang bersinggungan langsung dengan
dunia sastra, meskipun dia mengaku senang membaca novel karya
penulis-penulis besar. Salah satu yang dikagumi adalah karya-karya
Pramoedya Ananta Toer.

Lalu, dari mana ide menulis novel itu
muncul? Dede bercerita, suatu hari dirinya membaca berita di sebuah
media yang mengabarkan keprihatinan sastrawan kesayangannya, Pramoedya,
terhadap sedikitnya penulis muda. Entah bagaimana, berita itu terus
menghantui pikiran Dede. Dia merasa tersinggung sekaligus terlecut
untuk mewujudkan impian Pram itu. Karena itu, tak lama kemudian, dia
mulai mengarang.

"Saya semula tidak terpikir kalau saya bisa
menulis novel. Tapi, ketika saya coba, ternyata saya bisa
melakukannya," ungkap alumnus Fakultas Pertanian UPN "Veteran" Jawa
Timur tersebut.

Begitu ide cerita didapat, sejak itu pikirannya
tumpah bagai air bah. Hebatnya, Dede mampu menyelesaikan novel setebal
256 halaman itu hanya dalam sebulan.

Dengan waktu yang
sesingkat itu, dari mana Dede mendapatkan ide? Tampaknya, ide tersebut
sudah lama mendekam di benaknya. Bahkan sejak masih SMA. Apa itu? "Saya
ingin menghapus perbedaan yang berbasis SARA di Indonesia," ujar anak
kedua di antara empat bersaudara pasangan Djiekin Tjandra-Ratna
Handayani tersebut.

Ide itu muncul karena dia sering melihat
konflik pecah hanya karena perbedaan kulit, agama, atau keyakinan.
Selain itu, pandangan miring tentang warga keturunan yang lahir dan
berjuang di Indonesia. Belum lagi perlakuan yang diskriminatif warga
keturunan ketika berurusan dengan birokrasi.

Dede juga prihatin
atas kondisi bangsa kaya ini yang rapuh dan sering terjadi perpecahan
hanya karena masalah sepele. Di Taipei, dia sering mendengar kabar
tentang Indonesia yang hanya berisi korupsi, perang antarsuku, teroris,
dan hal-hal negatif lainnya. "Kenapa keragaman justru menjadi masalah
pelik di negeri ini?" katanya.

Dorongan "aneh" Dede itu mulai
diwujudkan ketika dia lulus SMAK Stella Maris pada 1994. Yakni, dia
masuk di perguruan tinggi yang selama ini hanya diminati warga pribumi.
Ya, Dede akhirnya diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Pertanian UPN
"Veteran" Jawa Timur. Saat itu, di antara 160 mahasiswa baru di
fakultas itu, dialah satu-satunya mahasiswa keturunan Tionghoa.

Dia
sadar, tantangan berat bakal menghadang dirinya. Terutama stigma
sebagai warga Tionghoa. Tapi, tekad Dede sudah bulat, sehingga risiko
sebagai mahasiswa "asing" siap dihadapinya.

Semua aral itu
pun dihadapi dengan gigih hingga dia akhirnya bisa bergaul dengan
teman-temannya secara wajar setelah memasuki semester kedua. Bahkan,
sejak itu, Dede bersama kawan-kawan "pribumi"-nya membentuk Komunitas
Pelangi. Komunitas tersebut merupakan sekumpulan mahasiswa yang
mempunyai latar belakang agama, budaya, suku, tingkat sosial yang
berbeda.

"Di komunitas itu kami kembangkan rasa solidaritas,
toleransi, dan persahabatan yang didasari prinsip kemanusiaan. Dengan
demikian, perbedaan itu bukan sebuah persoalan. Justru merupakan berkat
yang harus disyukuri," papar finalis mahasiswa keren dan berprestasi
se-Jawa Timur 1998 itu. "Yang penting harus ada perasaan saling
mengerti dan menghargai," tambahnya.

Kisahnya memberontak
dari keterkungkungan perbedaan etnis itulah yang kemudian dituangkan
dalam novel tersebut. Menurut dia, keharmonisan dapat terbentuk
sekalipun dalam perbedaan dan keanekaragaman. "Bagaimana bangsa ini
bisa maju kalau tidak kompak dan saling menghargai?" tanya Dede.

Novel itu juga bagian dari suara hati warga keturunan Tionghoa yang
selama ini dimarginalkan. Padahal, mereka juga mencintai Indonesia
sebagai negaranya.

Setelah novel itu terbit, Dede sebenarnya
ingin sekali menghadiahkan karyanya kepada Pramoedya. "Tapi beliau
keburu meninggal sebelum melihat karya saya ini," tuturnya.

Sekalipun bukunya sukses di pasaran, Dede tetap konsen menjalankan
bisnisnya mengurus restoran dan minimarket-nya di Taipei City, Taiwan.
Aktivitas menulisnya bukan untuk profit semata. Tetapi sebagai bentuk
perjuangannya dalam mempromosikan Indonesia.

Dalam waktu
dekat, novelnya akan diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin.
Selanjutnya, ke dalam bahasa Inggris. "Saya bangga menjadi warga
Indonesia. Karena itu, saya ingin terus mempromosikan Indonesia lewat
karya ini," tandasnya. (*)

Fair Education di Ubaya

August 19th, 2006 by hadynur

Dapat email dari Bu Linda,

Semoga manfaat :

[ INFO] INTERNATIONAL VILLAGE EDUCATION FAIR 2006

BE PART OF THE CROWD!!
Jangan lewatkan kesempatan berharga untuk berburu ilmu ke luar negeri!

INTERNATIONAL VILLAGE EDUCATION FAIR 2006
Sabtu, 26 Agustus 2006
08:30-18:00 WIB
International Village, Universitas Surabaya (kampus Tenggilis)

Acara ini terbuka untuk UMUM dan FREE OF CHARGE.

RANGKAIAN ACARA:

Free Seminar: “TIPS SUKSES BELAJAR DI LUAR NEGERI”
Pelataran Fakultas Hukum, Universitas Surabaya (kampus Tenggilis)
08:30-11:00 WIB

Keynote Speakers: - IKA DAMAJANTI(Praktisi PR)
- ATIKA WALUJANI MOEDJIONO (Jurnalis)
Moderator: ANDI IRAWAN (Dosen Ubaya)

Jangan lewatkan pula sesi seminar dan konsultasi mengenai PENDIDIKAN DI LUAR
NEGERI
langsung dari 8 institusi wakil resmi pemerintah

Presentasi Pendidikan:
Ruang Meeting, International Village

11:30–12:00 British Council
12:10-12:40 Netherlands Education Centre (NEC)
12:50-13:20 Canadian Education Centre (CEC)
13:30-14:00 American Indonesian Exchange Foundation
14:10-14:40 Deutscher Akademischer Austauschdienst
14:50-15:20 Australian Education Centre (AEC)
15:30-16:00 Study in Japan Information Centre-JASSO
16:10-16:40 Edufrance

- Dapatkan info lengkap tentang kehidupan mancanegara sekaligus mencicipi
kue dan minuman
khas mancanegara!
- Tersedia info beasiswa dari beberapa negara!
- Dapatkan souvenir cantik bagi 100 pengunjung pertama dan 10 door prize
yang akan diundi di
akhir acara!

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut silahkan hubungi: (031)
2981300/2981315.

Acara ini didukung oleh PT. TELKOM INDONESIA.

DAPET ILMU DAN PENGETAHUAN BARU? FREE OF CHARGE?
SO, IKUTAN KAN?

Salam,

Linda Puspita
Coordinator, The International Village
The International Village Office Building
Raya Kalirungkut, Surabaya 60293, Indonesia
Tel . : + 62 31 298-1300; 298-1315 (direct)
Fax. : + 62 31 298-1301

Jadi citizen reporters di OhmyNews.com

August 19th, 2006 by hadynur

Tadinya, saya iseng-iseng daftar jadi koresponden untuk portal OhmyNews.com (Portal berita dengan konsep jurnalisme publik, hmm…yang anak FISIP pasti tau nih).

Eh, gak taunya hari ini proposalnya diterima sama editornya. Berikut emailnya :

Thanks very much for registering with us. I would like to welcome you as citizen reporters.
I’m looking forward to reading your work.
Best wishes,
Todd

Todd Thacker
Senior editor, OhmyNews International

english.ohmynews.com

I must take this chance.

 

WelCome

November 28th, 2005 by hadynur

Thanks for visiting my blog in FS, but this for temporary. I already has updated blog on multiply.com

Please free visit than get comment on http://hady82.multiply.com

Regards